17 Februari 2010

Budi Pekerti Yang Baik



1. Budi pekerti yang mulia ada sepuluh: dermawan, malu, jujur, menyampaikan amanat, rendah hati (tawadhu), cemburu, berani, santun, sabar, dan syukur.
  1. Tiga macam orang yang tidak diketahui kecuali dalam tiga situasi: (pertama), tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang. (Kedua), tidak diketahui orang yang penyabar kecuali ketika sedang marah. (Ketiga), tidak diketahui sebagai teman kecuali ketika (temannya) sedang butuh.
  2. Janganlah sekali-kali engkau menjadi orang yang keburukannya lebih kuat daripada kebaikannya, kekikirannya lebih kuat daripada kedermawanannya, dan kekurangannya lebih kuat daripada kebajikannya.
  3. Pandanglah buruk pada dirimu apa yang engkau pandang buruk pada selainmu.
  4. Semulia-mulia nasab adalah akhlak yang baik.
  5. Tidak ada teman yang seperti akhlak yang baik, dan tidak ada harta warisan seperti adab.
  6. Hendaklah engkau ridha akan perlakuan orang-orang terhadapmu sama seperti engkau ridha atas perlakuanmu terhadap mereka.
  7. Adab adalah pusaka yang terbaik.
  8. Jika engkau menyukai akhlak yang mulia, maka hendaklah engkau menjauhi segala hal yang haram.
  9. Tidak adanya adab adalah sebab segala kejahatan.
  10. Perjalanan adalah ukuran akhlak.
  11. Kasihanilah orang-orang fakir yang sedikit kesabarannya, kasihanilah orang-orang kaya yang sedikit syukurnya, dan kasihanilah semua karena lamanya kelalaian mereka.
  12. Kemuliaan keturunan yang paling tinggi adalah akhlak yang baik.
  13. Ketakwaan adalah akhlak yang utama.
  14. Akhlak yang baik adalah sebaik-baik teman.
  15. Kalau segala sesuatu harus dipisah-pisahkan, maka dusta tetap bersama takut, kejujuran bersama keberanian, santai bersama keputusasaan, kelelahan bersama kerakusan, penolakan bersama ketamakan, dan kehinaan bersama utang.
  16. Hendaklah kalian menjaga adab. Sebab, jika kalian raja, pasti kalian akan melebihi raja-raja yang lain; jika kalian penengah, pasti kalian akan dapat mengatasi (yang lain); dan jika kehidupan kalian miskin, pasti kalian akan dapat hidup (terhormat) dengan adab kalian.
  17. Pilihlah untuk diri kalian, dari setiap kebiasaan, yang paling bagusnya, karena sesungguhnya kebaikan merupakan kebiasaan.
  18. Semulia-mulia raja adalah yang tidak dicampuri kesombongan dan tidak menyimpang dari kebenaran. Sekaya-kaya orang adalah yang tidak tertawan oleh ketamakan. Sebaik-baik kawan adalah yang tidak menyulitkan kawan-kawannya. Dan sebaik-baik akhlak yang paling dapat membantunya dalam ketakwaan dan ke-wara `-an (kehati-hatian dalam beragama).
  19. Seseorang tidak akan menjadi mulia sehingga dia tidak peduli dengan pakaian yang mana saja dia muncul (di tengah-tengah masyarakatnya).
  20. Adab adalah pakaian yang senantiasa baru.

Orang-orang Yang Beruntung

"Benar-benar mendapatkan keberuntungan besar orang yang beriman. Yaitu orang yang khusyu' dalam sholat mereka . Dan orang yang berpaling dari berlebihan. Dan orang yang melaksanakan zakat. Dan orang yang menjaga kelamin-kelaminnya, kecuali pada isteri-isteri mereka atau budak perempuan, sesungguhnya mereka tidak tercela.
Maka siapa yang mencari di luar itu, maka mereka itulah golongan orang memushi dirinya. Dan orang yang menjaga amanah dan janji mereka. Dan orang-orang yang menjaga sholat mereka.
Merekalah para pewaris, yang mewarisi surga firdaus,
mereka abadi di dalamnya.” (Al-Mu’minun: 1-1)


Keberuntungan adalah mereka yang benar-benar beriman dan yaqin:
  1. Disebutkan orang-orang yang khusyu', adalah orang yang hatinya hadir di hadapan Allah ketika sholat, orang yang dipenuhi kepatuhan total atas kharisma Ilahi karena munculnya cahaya keagunganNya.
  2. Mereka yang berpaling dari berlebihan, adalah mereka yang terkonsentrasi pada kesibukan jiwanya pada Allah Ta’ala. Karena selain sibuk bersama Allah, hanyalah permainan belaka.
  3. Orang yang menunaikan zakat, adalah mereka yang telah membersihkan jiwanya dari sifat-sifat manusiawi yang menghalangi peningkatan 'ubudiyah mereka kepada Allah. Merekalah yang bisa menjawab panggilan Allah dan dekat dengan kehadiran Allah Ta’ala. DariNya, BersamaNya, KepadaNya, BagiNya, bersandar kepadaNya. Itulah Taqarrub.
  4. Orang-orang yang menjaga kelaminnya dan seluruh aspek yang mendorong kenikmatannya, syahwatnya, yaitu mereka yang senantiasa menjaga hatinya untuk tidak dipengaruhi hawa nafsunya, sehingga hasratnya hanya kepada Allah Ta'ala semata.
  5. Siapa yang mencari di luar itu, maksudnya lebih cenderung pada hawa nafsunya, berarti orang itu telah menumpuh musuh dalam dirinya, yang kelak malah mendzalimi diri sendiri secara berlapis-lapis.
  6. Orang-otrang yang menjaga amanah dan janjinya, adalah mereka yang menjaga rahasia Ilahi yang penuh dengan keagungan, yang telah dititipkan oleh Allah ta'ala dalam sirr mereka, dan mereka ini adalah yang menjaga janji di alam Azali, di alam fitrah, dengan menunaikannya dan menghidupkan di alam dunia ini.
  7. Dan mereka yang menjaga sholatnya, yaitu mereka yang bermusyahadah melalui ruhnya, menjaga musyahadah itu secara langgeng, sampai meraih ma’rifatullah yang sejati.
  8. Mereka adalah para pewaris syurga ruh di puncak Kemahasucian Ilahi.

SABAR

Sayyidina Ali K.W

  1. Sabar adalah kunci kesenangan.
  2. Sabar adalah benteng dari kefakiran.
  3. Sabar adalah keberanian.
  4. Kesudahan sabar adalah positif dan menyenangkan.
  5. Sabar termasuk salah satu sebab kemenangan.
  6. Sabar adalah kendaraan yang tidak akan menjatuhkan pengendara¬nya.
  7. Menanggung kesombongan kehormatan lebih berat daripada menanggung kesombongan kekayaan, dan kehinaan kefakiran menghalangi seseorang dari kesabaran, sebagaimana kebanggaan kekayaan mencegah seseorang dari berbuat adil.
  8. Menanggung beban adalah kuburan aib.
  9. Sabar ada dua, yaitu: sabar terhadap apa yang engkau benci, dan sabar terhadap apa yang engkau sukai.
  10. Buanglah darimu segala kesusahan yang menimpamu dengan kesabaran yang teguh dan keyakinan yang baik.
  11. Sesungguhnya di antara perbendaharaan kebajikan adalah sabar terhadap segala musibah dan menyembunyikan musibah itu.
  12. Orang yang bersabar pasti akan meraih keberuntungan, meskipun itu diperoleh setelah waktu yang lama.
  13. Bagi setiap bencana pasti ada batas yang berakhir padanya, sedang¬kan obatnya adalah sabar terhadapnya.
  14. Kesabaran yang teguh akan memadamkan api nafsu.
  15. Seandainya kesabaran berbentuk seorang laki-laki, pasti dia adalah seorang laki-laki yang saleh.

Gout penyakit eksklusif lelaki



GOUT adalah penyakit eksklusif untuk lelaki dan jarang sekali berlaku kepada wanita. Jika ada pun, kemungkinan berlaku hanya selepas wanita mengalami menopaus.

Apabila gout menyerang, kaki akan menjadi bengkak, panas dan amat sakit hingga ada sesetengah pesakit tidak boleh berjalan. Gout kronik berupaya untuk mengganggu kehidupan harian yang normal. Paling digeruni adalah kecacatan sendi dan otot, sama ada kecacatan ringan atau berat.

Kajian menunjukkan bahawa pesakit gout juga berisiko untuk mendapat penyakit sistem kardiovaskular serta berupaya menyebabkan kegagalan ginjal.

Penulis mendapatkan pandangan Pakar Perunding Rheumatik, Dr. Anwar Samhari Mat Arshad dari Hospital Pakar KPJ Pulau Pinang mengenai penyakit yang digelar 'Disease of King' ini.

Bagaimana serangan gout berlaku?

l Akibat pemendapan kristal asid urik dalam rongga sendi. Lama kelamaan akan menyebabkan kristal garam dan mencetuskan rasa sakit sendi teramat sangat. Selalunya bermula dari sendi ibu jari kaki dan menular ke sendi lain.

l Serangan gout berpunca dari peningkatan kadar asid urik dalam darah (hyperuriceamia).

Jenis-jenis gout:

Gout boleh dibahagikan kepada empat peringkat; -asimptomatik (tiada simptom), -akut -simptom gout berlaku secara cepat dan tiba-tiba; biasanya hanya menyerang tisu lembut pada beberapa sendi.

l interkritikal

l kronik -serangan gout boleh berlaku berulang-ulang yang dipanggil polyarticular gout. Pesakit akan berasa amat sakit, kejang dan kaki berubah bentuk. Ada juga yang mungkin menghadapi masalah kaki bengkak, merah, panas dan demam.

Tofus

Pengumpulan asid urik boleh dilihat melalui pembentukan benjolan kecil di permukaan kulit yang dipanggil tofus. Pada keadaan yang lebih serius, tofus yang terlalu besar mungkin pecah dan mengeluarkan bahan seperti kapur. Selain kaki, gout juga boleh berlaku pada anggota badan yang lain seperti buku lali, lutut, tangan dan pergelangan tangan.

Jumlah tofus berkait rapat dengan berat badan dan kadar asid urik di dalam badan manusia. Tofus akan berkurangan apabila kadar asid urik berada di bawah paras empat mg/dl, dan menjadi lebih besar berat jika paras asid urik berlebihan dari 11 mg/dl.

Bagaimanapun, bukan semua sakit sendi disebabkan kristal asid urik kerana pemendapan kalsium pirofosfat dihidrat juga boleh menyebabkan kesakitan pada pergelangan kaki, lutut dan pergelangan tangan - yang dipanggil gout palsu atau pseudogout.

Risiko

l Jantina - lelaki lebih berisiko mendapat gout pada kadar 90 peratus.

l Gaya hidup - Individu yang banyak minum minuman keras terutama bir dikatakan lebih berisiko mendapat gout.

l Obesiti - individu yang mempunyai berat badan lebih 66 kilogram daripada berat badan normal.

l Sesetengah penyakit - tekanan darah tinggi yang tidak dikawal, diabetes, hiperdislipidemia (paras lemak dan kolesterol yang tinggi) dan arteriosklerosis (penyempitan salur darah)

l Individu yang menjalani pembedahan atau mendapat sakit tenat secara tiba-tiba.

l Ubat tertentu - ubat mengawal tekanan darah dan kemoterapi juga dikenal pasti boleh meningkatkan paras asid urik dalam badan.

l Genetik - kajian mendapati satu daripada empat pesakit datang daripada keluarga yang ada masalah gout.

l Umur - gout biasa menyerang pesakit tua tetapi kini banyak kes membabitkan pesakit berumur 30 hingga 50 tahun. Manakala bagi wanita, kebanyakan kes bermula selepas umur putus haid.

Bila sepatutnya mendapatkan rawatan?

Dapatkan rawatan doktor dengan segera apabila sendi berasa panas, bengkak dan sakit kerana jika tidak dirawat masalah ini akan bertambah buruk serta boleh menyebabkan kerosakan sendi.

Rawatan

Buat masa sekarang, tiada rawatan khas untuk menyembuhkan gout tetapi masalah ini boleh dikawal dengan mengambil ubat penahan sakit bukan steroid (NSAIDs) seperti endomethacin,diclofenac atau ubat penahan sakit generasi baru seperti celebrex dan arcoxia.

Individu yang kerap mengalami serangan gout akan dibekalkan dengan ubat allopurinol oleh doktor untuk mengimbangkan paras asid urik dalam badan yang perlu diambil sepanjang hayat.

Beberapa ubat yang dicadangkan bagi rawatan jangka panjang termasuk uricosuric (probenecid dan sulphinpyrazone).

Manakala untuk serangan mendadak, pesakit boleh mengambil ubat antiinflamatori bukan steroid (NSAIDs), colchicine (untuk serangan yang kurang kerap) dan corticosteroids.

Untuk pesakit darah tinggi yang juga mengalami gout, disarankan untuk mengambil ubat darah tinggi yang dipanggil Losartan yang juga berkebolehan untuk menurunkan paras asid urik. Sejenis ubat anti-kolesterol yang dipanggil Lipanthyl juga mempunyai fungsi yang sama.

Diet untuk pesakit gout:

l buah ceri dan strawberi didapati mampu mengurangkan asid urik.

l elakkan makanan tinggi purin iaitu yang berasal dari sumber protein

l hadkan memakan daging kepada satu hidangan sehari

l kurangkan memakan organ dalaman haiwan, sardin dan ikan bilis dan hasil daging.

Makan secara sederhana:

l asparagus, kacang lentil, kacang pea, cendawan, bunga kobis dan bayam.

l minum banyak cecair, terutamanya air, untuk mencairkan dan membantu proses penyingkiran asid urik.

l berhati-hati dengan ubat seperti aspirin, diuretik, vitamin C.

- Dipetik dari Utusan Malaysia

Hikmah di sebalik musibah


MUTAKHIR ini kita selalu saja mendengar berita tentang musibah (bencana) yang berlaku di serata dunia. Alam seolah-olah begitu murka dengan keserakahan umat manusia yang dengan rakus mengeksploitasinya tanpa henti.

Mengapakah musibah selalu saja menimpa kita? Mungkin kita akan menemukan banyak pendapat mengapa ini terjadi.

Ahli geologi akan mengatakan: "Ini hanya peristiwa alam biasa". Para dukun pula akan mengatakan: "kejadian-kejadian tersebut adalah penanda pergantian zaman".

Namun semua yang demikian adalah pendapat saja. Dalam pandangan al-Quran, musibah-musibah adalah merupakan ketentuan (takdir) yang telah digariskan oleh Allah SWT.

Firman Allah SWT yang bermaksud: Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang yang beriman harus bertawakal. (at-Taubah: 51).

Pada ayat ini, Allah menegaskan bahawa setiap peristiwa yang terjadi semuanya telah digariskan Allah. Dan hanya kepada Allah, kita berlindung.

Mengapakah Allah menimpakan bencana kepada umat-Nya, umat yang mengimani dan menyembah-Nya dalam ajaran yang benar dan hak? Mengapa bukan orang-orang kafir saja ditumpaskan dengan bencana?

Jawabnya adalah kerana di sebalik setiap takdir, pastilah terdapat makna yang tersembunyi. Ini termasuklah dalam beberapa musibah yang melanda kita. Dan bagi yang tertimpa musibah, setidak-tidaknya dapat memetik hikmah atas apa yang menimpa mereka.

Mereka yang lolos dari bencana adalah orang-orang yang beruntung kerana masih sempat ditegur oleh Allah SWT. Mereka yang lolos masih diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki kualiti ketakwaan, keimanan dan hidupnya.

Mereka masih sempat meminta keampunan kepada Allah atas segala kesalahan yang mereka lakukan serta berbuat kebajikan sepanjang sisa hidupnya untuk menghapuskan dosa.

Sesungguhnya, bencana menjadi teguran bagi mereka yang selamat, demikian pula bagi mereka yang berada jauh dari tempat kejadian. Orang-orang yang tidak terkena bencana, mendapatkan cubaan dari kesan bencana. Mereka yang selamat (senang) berkewajipan menolong yang kepayahan. Mereka yang hidup berkewajipan menyelenggara-kan jenazah bagi yang meninggal.

Mereka yang masih memiliki banyak harta, berkewajipan memberi makanan dan pakaian serta menolong dengan segenap kemampuan kepada mereka yang kehilangan segalanya. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: Barang-siapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barang siapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya. (riwayat Muslim).

Dalam hadis yang lain Nabi SAW bersabda yang bermaksud: Hak seorang Muslim atas seorang Muslim yang lain ada enam. Di antara para sahabat ada yang bertanya: Apa saja ya Rasulullah? Baginda menjawab: Bila kamu berjumpa dengannya ucapkan salam. Jika ia mengundangmu, penuhilah. Jika ia meminta nasihat kepadamu, nasihatilah. Jika ia bersin dan memuji Allah hendaknya kamu mendoakannya, dan jika ia sakit jenguklah, dan jika ia mati hantarkanlah jenazahnya…. (riwayat Muslim)

Bencana juga adalah teguran Allah kepada orang-orang beriman yang lalai menjalankan perintah-Nya. Kita selalu saja tidak dapat memperbaiki diri, sikap dan perbuatan. Padahal bencana yang terjadi ini adalah akibat dari perbuatan dan helah kita sendiri sebagai bangsa.

Jika alam di negeri kita rosak, siapakah yang merosakkannya? Tentu kita sendiri yang menjadi puncanya.

Firman Allah SWT yang bermaksud: Telah nampak kerosakan didarat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (ar-Rum: 41).

Adapun bagi kita semua, rentetan musibah yang terjadi hendaklah menjadi tazkirah (pengingat) bahawa bencana tersebut dapat terjadi ditempat kita jika Allah SWT menghendaki.

Seharusnyalah kita selalu berdoa, bertaqarrub dan beristighfar semoga Allah SWT selalu menganugerahkan keselamatan dan keampunan bagi kita semua.

Peringatan daripada Allah yang berupa bencana menunjukkan Allah masih sayang kepada hamba-hamba-Nya dan menghendaki mereka untuk kembali ke jalan yang diredai-Nya.

Sesungguhnya, kerosakan alam selalu mengakibatkan kerugian bagi warga di sekelilingnya, terutama rakyat kecilnya.

Siapa yang lebih kuat harus melindungi yang lemah. Siapa yang berkemampuan harus menolong yang sedang dalam kesusahan dan siapa yang selamat harus bersedia menolong yang terkena musibah.

Kita semestinya merasa takut jika tidak menolong, padahal kita mampu. Kita semestinya merasa malu kepada Allah jika tidak membantu mereka yang sedang kesusahan, padahal kita sedang banyak memiliki kelonggaran.

Dengan berbuat demikian, maka umat akan bersatu dan kesatuan umat Islam akan semakin kukuh selepas berlalunya bencana. Sedarlah bahawa selalu ada hikmah di balik setiap kejadian yang tampak mengerikan.

Sesungguhnya, bencana merupakan ujian bagi umat Islam. - Sumber dari Berita Harian

Kelahiran anak ujian dunia buat ibu bapa


Zuriat bukan sekadar penyambung warisan tetapi bukti kekuasaan Allah

ANAK anugerah Allah yang amat istimewa bagi suami isteri dalam kehidupan berumahtangga. Malah, setiap pasangan berkeluarga memang impikan anak untuk menyerikan institusi rumah tangga mereka. Itu sudah menjadi satu keinginan semula jadi yang Allah ciptakan dalam sudut hati setiap manusia.

Firman Allah yang bermaksud: "Dihiaskan (dan dijadikan indah) kepada manusia kesukaan kepada benda yang diingini oleh nafsu ialah perempuan dan anak pinak, harta benda yang banyak berpikul-pikul daripada emas dan perak, kuda peliharaan yang bertanda lagi terlatih dan ternakan serta kebun. Semuanya ialah kesenangan hidup di dunia." (Surah Ali-Imran, ayat 14)

Oleh itu, tidak hairanlah anak dianggap penyejuk hati dan mata ibu bapa di kala suka serta duka dalam menelusuri kehidupan. Alangkah sepinya ibu bapa yang tidak memiliki anak untuk mewarnai hidup mereka.

Bagaimanapun, mereka tetap mempunyai pilihan lain iaitu dengan mengambil anak angkat sebagai penghibur dan penawar.

Islam tidak pernah mengatakan ada dosa yang dibawa oleh bayi sejak lahir walaupun anak itu adalah anak luar nikah. Ini kerana setiap bayi dilahirkan adalah dalam keadaan fitrah dan putih bersih serta suci daripada sebarang dosa.

Akan tetapi, dalam Islam dosa itu mula mencemari kesucian hati seseorang apabila dia meninggalkan perintah Allah dan melanggar segala larangan-Nya.

Perlu ditegaskan, kelahiran seorang anak yang diharap akan menyambung warisan kekeluargaan sebenarnya mengungkap banyak makna dan pengertian yang tersurat sebagai bahan renungan untuk menginsafkan kita sebagai hamba Allah.

Pertamanya, kelahiran anak sudah memadai sebagai bukti paling mudah mengisyaratkan kekuasaan dan keagungan Allah mengatasi segala-galanya di alam maya ini. Sebelum lahirnya anak itu melalui pelbagai peringkat yang berbeza di alam rahim selama sembilan bulan 10 hari sehingga tercipta seorang manusia yang sempurna kejadiannya.

Semua itu diceritakan Allah dalam firman-Nya yang bermaksud: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya)." (Surah Al-Tin, ayat 4)

Namun, di sebalik kesempurnaan sifat manusia sebenarnya daif dan kerdil kerana sentiasa bergantung harap kepada Allah. Oleh sebab itulah, setiap insan diwajibnya beriman kepada Allah untuk menikmati kesejahteraan di dunia dan akhirat di bawah keredaan Ilahi.

Kedua, anak adalah amanah Allah yang dipertanggungjawabkan kepada setiap ibu bapa. Justeru, lahirnya seorang anak bukannya sebagai satu keseronokan hidup atau satu bebanan yang tidak tertanggung. Sebaliknya, anak adalah ujian Allah kepada ibu bapa.

Firman Allah yang bermaksud: "Dan ketahuilah bahawa harta benda kamu dan anak-anak kamu itu hanyalah ujian dan sesungguhnya di sisi Allah jugalah pahala yang besar." (Surah Al-Anfal, ayat 28)

Setiap ibu bapa berkewajipan mendidik dan mengasuh anaknya. Tetapi malangnya, sejak akhir-akhir ini jumlah bayi dilahirkan akibat perzinaan terus meningkat dan lebih menyedihkan, ada antara mereka dibuang dan didera sehingga menemui ajal.

Maka, tidak hairan Al-Sheikh Muhammad Qutb menganggap peristiwa berlaku dalam masyarakat Islam mutakhir ini ibarat kembali kepada zaman jahiliah terdahulu yang sanggup menanam hidup-hidup anak perempuan mereka kerana tidak sanggup menanggung malu.

Jadi tidak ada bezanya sama sekali antara perbuatan menanam bayi dan membuang anak dengan niat membunuh kerana kedua-dua perbuatan itu dilarang Allah.

Perlu diinsafi, mendidik dan mengasuh anak termasuk dalam ibadah kerana setiap ibu bapa akan dipertanggungjawabkan terhadap apa yang dilakukan anaknya. Lebih-lebih lagi anak itu umpama helaian kertas putih yang belum diwarnai dan dicorakkan lagi.

Maka ibu bapalah yang akan mencorakkannya berdasarkan cita rasa masing-masing. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: "Setiap daripada kamu adalah pemimpin dan kamu akan dipertanggungjawabkan terhadap orang yang di bawah pimpinan kamu; seorang pemerintah adalah pemimpin dan akan dipertanggungjawabkan terhadap rakyatnya; seorang lelaki adalah pemimpin kepada anggota keluarganya dan akan dipertanggungjawabkan terhadap anggota keluarganya; seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dipertanggungjawabkan terhadap anak-anaknya dan pimpinannya; dan khadam adalah diamanahkan terhadap harta tuannya dan akan dipertanggungjawabkan terhadap apa yang berada di bawah amanahnya." (Hadis riwayat Bukhari)

Anak sebagai amanah Allah perlu diberi perhatian supaya mereka menjadi insan bertakwa dan berguna kepada agama, bangsa serta negara. Alangkah beruntungnya ibu bapa memiliki anak soleh yang doanya berterusan kepada kedua ibu bapanya.

Rahsia dalam solat


SOLAT menyimpan pelbagai rahsia yang belum dirungkai kerana kita menganggapnya sebagai ibadat yang wajib ke atas setiap umat Islam. Solat yang dilakukan dengan khusyuk, tawaduk akan membuahkan kenikmatan serta rahmat.

Baru-baru ini, Pertubuhan Kebajikan Islam Malaysia (Perkim) dengan kerjasama Masjid Umar Al-Khattab menganjurkan seminar Solat dari Perspektif Sains di Bukit Damansara.

Seminar yang dianjurkan itu mengumpulkan 200 peserta terdiri daripada saudara Muslim, mualaf dan penduduk setempat. Pengarah program, Mohd Mustaqiim Asmuji, berkata program terbabit memberi pengetahuan kepada peserta cara dan kaedah menyempurnakan solat dengan pergerakan serta posisi badan betul. "Ia mendedahkan peserta mengenai kepentingan penjagaan kesihatan melalui solat serta dibuktikan melalui alatan digunakan dalam kajian.

"Pergerakan seperti mengangkat tangan ketika niat takbiratul ihram, sujud, rukuk dan iktidal sehingga memberi salam mempunyai rahsia sama seperti senaman," katanya. Beliau berkata program itu menyelidiki hikmah dan kesan terapeutik perubatan daripada pergerakan ibadat solat yang sempurna kepada kesihatan manusia. "Solat adalah gerak kerja fizikal unik dan jika dilaksanakan secara berterusan ia dapat memelihara kesinambungan sistem fisiologikal manusia yang meliputi kesihatan fizikal, mental, rohani dan emosi. "Peserta diberikan latihan melakukan teknik pergerakan solat yang betul dalam 13 rukun sembahyang," katanya. Pensyarah Jabatan Kejuruteraan Bioperubatan Kejuruteraan, Universiti Malaya (UM), Prof Madya Dr Fatimah Ibrahim, berkata komposisi badan ketika rukuk, berdiri tegak, sujud, duduk antara dua sujud, tahyat dan salam menghasilkan keputusan rawatan pada otot, pelancaran aliran darah, membantu proses mengepam jantung dan melancarkan aliran darah ke otak.

"Solat dan puasa umpama senaman dan diet yang baik kerana aktiviti berkenaan boleh menurunkan kadar kolesterol dalam badan serta mengelak penyakit jantung. "Contohnya sujud, amalan ini mampu memberikan posisi terbaik bagi kesihatan jantung kerana darah akan mengalir lancar ke otak menjadikan ia lebih sihat dan cergas. Kajian membuktikan kadar denyutan jantung adalah paling rendah pada kedudukan sujud kerana nada jantung," katanya. Selain itu, beliau berkata pergerakan solat boleh digunakan sebagai rawatan pemulihan alternatif bagi menyembuhkan atau mengurangkan sakit pinggang.


"Solat bukan saja baik kepada pesakit pinggang kronik, tetapi ia juga disyorkan kepada wanita mengandung selain dapat melancarkan perjalanan darah di sekitar otot lantai pelvik," katanya.

12 Januari 2010

Hakikat Penyakit Riak

Firman Allah dalam surah al-Ma’un ayat 4-6





Maksudnya: Maka celakalah bagi orang yang solat. (Iaitu) orang yang lalai solatnya dan orang-orang yang riak.

Ramai dikalangan kita pernah mendengar perkataan riak ini, tetapi tidak ramai yang sedar bahawa penyakit ini telah wujud dalam diri tanpa disedari dan tidak tahu bagaimana ianya muncul dan seterusnya merebak. Di sini kami akan merungkaikan apakah itu penyakit riak, bagaimana kehadirannya dan bagaimana mengatasinya. Semoga dengan rungkaian ini anda dapat mengambil iktibar dan cuba mengenalpasti adakah riak itu pernah ada dalam diri anda dan ikuti panduan yang kami berikan untuk membuang terus ataupun mengurangkan sedikit penyakit yang merosakkan hati anda tersebut.

Pengertian riak

Riak itu ialah melakukan kebaikan dan amal ibadat semata-mata untuk mencari tempat di dalam hati manusia.

Perkara yang diriakkan oleh manusia;

1- Riak dari segi badan

Riak jenis ini menunjukkan seseorang itu menampakkan keletihannya kerana berpuasa dan banyak berjaga malam untuk beribadat.

2- Riak pada pakaian

Seseorang itu memakai pakaian yang menunjukkan kewarakan dirinya sedangkan hakikatnya tidak. Memakai pakaian sebegini di hadapan golongan tertentu kerana kepentingan diri sedangkan di waktu lain dia bukanlah sebegitu malah hatinya juga bukanlah berniat untuk mendapat keredhaan Allah tetapi mengharap penghormatan daripada orang lain.

3- Riak dengan perkataan.

Riak ini adalah seseorang itu menunjukkan dirinya seorang yang benar dan ikhlas melalui perkataan yang keluar dari bibirnya. Tuturnya seperti seorang penasihat dan pensyarah. Dia memilih lafaz-lafaz yang halus dan dalam maknanya juga kata- kata hikmat beserta hadith. Dia juga berkata seperti kata para Nabi dan aulia sedangkan pada hakikatnya dia sebenarnya sunyi dan kosong.

4- Riak pada amalan

Orang sebegini adalah sering menzahirkan khusyuk dalam solat dan sengaja memanjang-manjangkan rukuk dan sujud apabila ada orang melihatnya. Orang seperti ini sering bersedekah secara terang-terangan, pergi menunaikan fardhu haji, berjalan menundukkan kepala dan kurang berpaling ke kanan dan ke kiri padahal Allah mengetahui batinnya. Sedangkan jika dia bersendirian amalannya bukan sempurna sebegitu, seperti solat dengan cepat, berjalan laju dengan matanya sering meliar ke sana ke mari dan sebagainya.

5- Riak dengan ramainya murid dan pengikut.

Seseorang itu berasa bangga dengan murid dan pengikut yang ramai. Demikian juga seperti seseorang yang sering menyebut nama ulama’ itu dan ulama’ ini bagi menunjukkan dirinya seorang yang banyak bertemu dengan syeikh dan ulama.

Peringkat Riak

1- Riak AkbarRiak akbar ialah seseorang itu taat melakukan ibadat tetapi untuk mendapatkan sesuatu daripada manusia dan bukanlah untuk beroleh keredhaan Allah SWT. Riak ini adalah berpaling terus daripada Allah pada keseluruhannya kerana hanya berkiblatkan manusia.

2- Riak AsgharRiak asghar ini pula ialah melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ada pada manusia dan apa yang pada Tuhan iaitu melakukan amal kerana Allah dan kerana yang lain daripada-Nya. Riak ini adalah lebih ringan daripada riak akbar kerana orang itu menghadap Allah pada satu segi dan kepada manusia pada satu segi yang lain.

3- Riak Jali ( yang terang )Riak ini ialah mendorong seseorang itu untuk melakukan amal ibadat. Sehinggakan jika tanpa riak ini dia tidak berminat untuk melakukan amal.

4- Riak Khafi ( yang tersembunyi )Riak ini pula ialah riak yang tesembunyi dan ianya tersembunyi dalam hati di mana ianya mendorong seseorang itu untuk lebih rajin beribadat.

Bagaimana mengelakkan sifat riak?

Rawatan terbaik bagi segala penyakit di muka bumi ini adalah menghindari dengan menjauhi sebab-sebabdan punca terjadinya penyakit. Begitu jugalah kepada penyakit riak ini, iaitu menjauhi sebab-sebab yangboleh membawa kepada perasaan itu, antaranya ialah;1- Sifat suka dipuji oleh orang lain. Sifat ini akan membawa kepada bangga diri dan suka menunjuk-nunjukkelebihan kepada orang lain.2- Takut dikritik atau dicerca oleh orang lain. Ketakutan ini boleh membawa kepada penampilan yang kurang jujurdan suka berpura-pura.3- Cintakan kehidupan dan kemewahan dunia dan lupa pada kematian. Seseorang itu melakukan segala pekerjaanadalah semata-mata kerana untuk menarik perhatian orang lain, dan menganggap dirinya hebat. Manusia sebegini mengharapkan ganjaran atas segala pekerjaan yang dilakukan.

Setelah mengetahui sebab-sebab yang menjadi punca riak, mari kita lihat bagaimanakah cara untuk menghindarinya. Terdapat beberapa cara untuk menghindari sifat riak daripada menguasai hati;1- Sentiasa mengingatkan diri sendiri tentang perkara yang diperintahkan Allah dan juga sering menyucikan hati dengan melakukan ibadat-ibadat khusus seperti zikir dan membesarkan kekuasaan Allah.2- Mengawasi diri agar sentiasa takut akan kemurkaan Allah. Dengan tabiat ini akan membawa diri agar sentiasa berwaspada dalam melakukan perkara yang boleh mengheret kepada dosa dan seksaan Allah pada hari akhirat kelak.3- Berwaspada terhadap perkara-perkara yang boleh menghapuskan pahala amalan yang dilakukan akibat riak.4- Menanamkan dalam diri perasaan bahawa melakukan sesuatu itu kerana manusia sehingga membawa kemurkaan Allah itu adalah suatu perkara yang buruk dan patut dijauhkan.5- Sentiasa mengawasi diri daripada lalai terhadap ujian dan nikmat yang dikurniakan Allah untuk menghampirkan diri kepada Allah.6- Ikhlaskan diri dalam setiap amalan yang dilakukan.

Apabila berasa suka dipuji dan diberi penghargaan setiap kali membuat sesuatu perkara yang baikdan berasa terhina apabila ditegur, maka inilah tanda wujudnya sifat riak. Adakalanya terdapat jugaorang yang melakukan amal kebajikan dengan niat ikhlas kerana Allah, namun dia mendapat mendapatperhatian daripada orang lain atas amalannya. Keadaan ini tidak diambil kira sebagai riak kerana diasememangnya niat dengan ikhlas pada awalnya. Namun untuk melakukan satu-satu ibadat padapermulaannya memang akan timbul perasaan riak dan rasa bangga diri, namun apabila amal itusering dilakukan dan berterusan dengan niat ikhlas pastinya perasaan riak itu akan terhapussedikit demi sedikit.

Janganlah takut untuk pergi ke masjid, mendengar tazkirah, menunaikan solat jemaah dansebagainya kerana takut akan dikatakan riak sedangkan dengan riak itulah akan mendorongdan menggalakkan kita untuk beramal dan meningkatkan ibadat. Tetapi jangan biarkan perasaanriak itu terus menerus menguasai diri kerana apabila ada riak dalam setiap amalan makaamalan yang dilakukan adalah sia-sia belaka. Wallahua’lam

PROTON EXORA ISTERIKU


Ini merupakan kenderaan yang isteri aku beli pada 21 Disember 2009. Gambar ini diambil sebelum dilakukan pengubahsuaian.





Ini pula gambar kereta yang diambil selepas dilakukan pengubahsuaian di mana isteri aku menambahkan 'skirt' dan mirrow di belakang.

Isteri aku bagi komen yang dia puas hati dengan kereta ini kerana selesa dan luas. Anak-anak aku pula lagi la seronok kerana datang lompat depan belakang.


Kami sekeluarga memang suka dengan kereta ini dan ia bersesuai dengan semua orang.

Sokonglah kereta buatan MALAYSIA kerana ia memang berkualiti.

PM Mahu Sektor Awam Profesional Tanpa Kecenderungan Politik

PUTRAJAYA, 11 Jan (Bernama) -- Datuk Seri Najib Tun Razak mahu sektor awam di negara ini menjadi satu perkhidmatan yang profesional sepenuhnya tanpa kecenderungan politik.

Perdana Menteri berkata ini membolehkan penjawat awam menyokong serta menterjemahkan apa yang dihasratkan oleh kerajaan yang dipilih rakyat.

"Ini satu prinsip yang suci dalam negara kita jika hendak negara kita mencapai kejayaan demi kejayaan.

"Tidak kira apa jua pendapat peribadi, kita mesti berpegang kukuh dan teguh kepada perkhidmawatan awam yang profesional sepenuhnya," katanya ketika berucap pada majlis makan malam Suruhanjaya Perkhidmatan Awam (SPA) di sini, pada hari Isnin.

Turut hadir Ketua Setiausaha Negara Tan Sri Mohd Sidek Hassan dan Pengerusi SPA Tan Sri Jamaluddin Ahmad Damanhuri.

Najib berkata penjawat awam juga mesti berani tampil ke hadapan dan berada di kelok pembaharuan dalam menggalas transformasi kerajaan bagi menjadikan Malaysia sebuah negara moden yang lebih disenangi.

Beliau berkata transformasi itu bukan bererti peningkatan dalam Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK) tetapi daripada pelbagai aspek kehidupan masyarakat yang matang, tinggi tahap pendidikan dan nilai yang lebih kukuh.

"Hari ini kita berada pada abad ke-21 yang lebih mencabar jika dibandingkan pada masa lepas. Kita berdepan dengan pelaku-pelaku baru terhadap negara kita yang kini menjadi pesaing.

"Kita juga berdepan dengan tuntutan masyarakat kita yang lebih terdidik dan matang serta mempunyai harapan tinggi terhadap kerajaan," katanya.

Perdana Menteri juga mahu sektor awam bersikap lebih bersedia kepada cabaran masa kini yang lebih kompleks dan menghadapi persaingan daripada negara-negara yang dulunya tertutup tetapi kini bersikap lebih terbuka.

Dalam pada itu, Najib mahu penjawat berani membuat keputusan dan pelaksanaan secara pantas tanpa mengorbankan kualiti perkhidmatan awam.

"Pantas bukan bermaksud terburu-buru tetapi pantas dan tepat. Dulu saya ada dengar di hujung telinga, kalau orang awam hendak sesuatu, dengan segera respons kita kata tidak.

"Kalau hendak, biar mereka membuat rayuan tetapi sekarang cara itu sudah tidak sesuai lagi kerana masyarakat mempunyai harapan yang tinggi, mereka hendak kerajaan memberikan maklum balas," katanya.

Pada majlis itu, Najib turut menyampaikan Sijil MS ISO 9001:2008 SPA dan melancarkan Kaedah Pengambilan Secara Profiling (MyRecruitment) suruhanjaya berkenaan.
-- BERNAMA

DUIT